Tip Dan Pertimbangan Membeli Motor

Keputusan membeli motor didasari banyak pertimbangan, salah satunya biaya perawatan. Motor dengan biaya perawatan minim jelas jadi pilihan, ongkos perawatan yang dimaksud adalah: Jasa perawatan rutin dan garga komponen asli. Tapi sayangnya tidak semua orang ngerti soal itu, merk dan harga jual kembali masih jadi pertimbangan utama.

Mari kita fokus ke kelas bebek 110 cc, ada Honda Supra Fit (100 cc), Yamaha Vega-R, Suzuki Smash dan Kawasaki Blitz. Kenapa memilih itu ? Alasannya harga keempat bebek itu mirip-mirip. Pabrikan selalu mengeluarkan buku panduan service secara berkala. Setelah melewati kilometer tertentu disitu ada keterangan ganti, setel dan periksa. Kalau oli selalu diganti sementara untuk komponen lain harus diperiksa dulu, apakah perlu diganti atau tidak. Perlu diingat juga, penggantian suku cadang fast-moving ditentukan oleh cara pakai dan wilayah pemakai berada, biasanya penggantian komponen fast-moving dimulai saat motor memasuki tahun kedua.

Dalam pemakaian setahun saya perkirakan pemilik motor bisa mengarungi jalanan sejauh sekitar 25.000 km, artinya dikilometer tersebut sampai 50.000 km atau tahun kedua sudah terasa biaya penggantian komponen.
Selain oli penggantian itu meliputi kampas rem depan-belakang dan kopling. Tiap pabrikan di buku pedoman service, merekomendasikan perawatan berkala berbeda, setelah menempuh jarak 16.000 km, Honda misalnya tiap 4.000 km sekali, sedangkan Kawasaki tiap 2.500 km, Yamaha setiap 4.000 km, dan Suzuki tiap 2.500 km.
Dengan demikian, dalam setahun sebuah motor bisa 10 kali ke bengkel untuk perawatan rutin(Kawasaki dan Suzuki), atua 6 kali dalam setahun(Honda dan Yamaha) setiap perawatan rutin biasanya diikuti oleh penggantian oli.

Dengan melihat pertimbangan diatas yang biaya perawatannya paling murah jatuh kepada Yamaha Vega-R, kedua Kawasaki Blitz, ketiga Suzuki Smash dan termahal perawatan ditahun kedua jatuh pada motor Honda Supra-Fit.



Artikel terkait untuk Tip Dan Pertimbangan Membeli Motor