Oli Bermerek Belum Tentu Berkualitas Oke

Mitos beredarnya kalau pelumas/oli mahal dan iklannya sering muncul di tv dianggap berkualitas. Ini masih menghinggapi konsumen kalangan mengengah ke atas. Terlebih di negara berkembang. Tanpa disadari, dan ditambah minimnya informasi soal oli jadi dianggap benar.

Untuk melihat kualitas dan performa, tiap pelumas puya kategori dan klasifikasi. Contoh oli mesin 4 langkah, klasifikasi internasional yang menunjukan kualitasnya adalah standar API (American Petroleum Institute). Klasifikasi API diawali dengan huruf S diambil dari kata spark (plug-busi), diikuti dengan huruf kedua sesuai huruf abjad A, B, C dan seterusnya, dan untuk melihat kekentalan dari Oli tersebut biasanya berupa huruf SAE yang merupakan singkatan dari  Society of Automotive Engineers.

Semakin mundur huruf abjad, maka semakin tinggi performa pelumas (tentu saja jika perusahaan pelumas tadi memang menguji pelumasnya di API). Informasi API pasti tertulis di kemasan dan untuk merek pelumas apapun.

Contoh sederhana ada pelumas lokal merek Nandy Oil yang sudah menempuh pengujian panjang dan melelehkan, lalu diberi sertifikasi API Servis SG. Sementara ada oli merek lain hanya memiliki sertifikasi API SF.

Ingat, G dibelakang F pada urutan abjad, maka jelas dan pasti kalau Nandy Oil punya kualitas lebih baik walau produk domestik, harga lebih murah, kurang promosi dan tidak didukung kemasan yang menarik.
Jadi apakah teman-teman masih berpatokan pada oli bermerek yang terkenal itu dan mahal atau ingin melirik produk dalam negeri.



Artikel terkait untuk Oli Bermerek Belum Tentu Berkualitas Oke