Mengenal Jenis Las

Mengenal jenis las. Secara garis besar, di jalanan hanya tersedia las asetilen, las listrik
dan argon. Masing-masing punya pungsi beda, tergantung ketebalan komponen atau bagian motor yang akan disambung. Ketiga jenis las itu berkaitan dengan kekuatan. Las argon memiliki suhu mentok di kisaran 1.200 derajat celcius. Sedang las listrik sampai 6.000 derajat selsius, dari situ saja ketahuan daya penetrasi las listrik jauh lebih baik.

Dari situ bisa dilihat fungsi masing-masing jenis las tadi. Karbit digunakan untuk pelat tipis yang tidak begitu mengandalkan kekuatan atau material jenis SP 36, pelat biasa. Sedang listrik untuk material keras semisal SP 41 dengan kontruksi yang menanggung beban berat.
Bagaimana dengan las Argon? Sangat baik untuk bahan stainless pelat tipis dan mempu menutup secara baik. Untuk hal-hal yang bersifat kontsruksi dan perlu kekuatan, argon tidak begitu disarankan, bagusnya las listrik dahulu lantas finishing dengan argon.

Ciri Las Oke:
Berikut las-lasan yang diangap sip.
1. Hasil rapi dan saling bertumpuk beraturan, warna las mengkilap tanda besi matang alias homogen sempurna.
2.Saat disambung, pengelas yang baik bakal merenggangkan jarak sekitar 2 mm antar dua pelat. Maksudnya supaya ada celah hingga permukaan dibaliknya juga terkena las-lasan.
3. Sangat baik menyiram oli segera setelah pengelasan, istilahnya di queench. Buat menjaga agar tidak terjadi penumpukan dislokasi pada struktur mikra yang membuat bahan metal getas. Kondisi ini akibat tidak terjadi deformasi plastis atau fleksibilitas logam tak tercapai.

Demikianlah semoga rekan-rekan jadi tahu pungsi masing-masing jenis las dan ciri pengelasan yang baik, semoga bermanfaat.


Artikel terkait untuk Mengenal Jenis Las